وصف المقطع
العلامة الحبيب عمر بن حفيظ: لا يلقى الله أحد بذنب بعد الشرك بالله أعظم مِن جهالة أهل بيته بأمر دينهم، ولِذا وجدنا في أسر المؤمنين وبيوتهم وديارهم عقد الجلسات وتبادل الحديثِ فيما يتعلّق بالمهمات والواجبات بين أفراد الأسرة، ولهم شيء من الأوقات يجتمعون عليه على ذلك، وكان بعض بلاد الإسلام يجتمعون في قرون سابقة فيما يسمى بقهوة الضحى، أو فيما بين ما بعد العشاء وقبل المنام، ويحصل من أولياء الأمور والكبار تفقد الأحوال، ويحصل التذاكر في المهمات والواجبات، هذا الذي أُهمِلَ في كثير من أسر المسلمين، وربما حلَّ محله أن يشتغل كل واحد بهذه الشاشات وبهذه الجوالات وما يُطرَح فيها، من خير أو من شر والشر أكثر، من نفع أو من ضُر والضر أكثر، من صلاح أو فساد والفساد أكثر، تعطلّت عند بعض المسلمين مهمة القوامة في البيت والإرشاد والهداية لأهل بيتهم ولأسرهم ومن حواليهم، وكلكم راعٍ وكلكم مسؤول عن رعيته.
___
مترجم بالإندونيسية Terjemah bahasa indonesia:
Tidak ada seorang pun yang akan menemui Allah dengan dosa yang lebih besar setelah dosa kesyirikan daripada ketidaktahuan keluarganya mengenai masalah agamanya, maka oleh sebab itu kita temukan di keluarga-keluarga orang mukmin di rumah mereka, dan di lingkungan mereka mengadakan majelis dan forum yang membicarakan mengenai tugas dan kewajiban antar anggota keluarga, dan mereka mempunyai waktu-waktu dimana mereka berkumpul mengenai pelajaran (agama) tersebut, dan di beberapa negara Islam pada Berabad-abad yang lalu mereka berkumpul dalam apa yang disebut "ngopi di waktu Dhuha", atau antara setelah sholat isya' dan sebelum tidur, orang tua dan orang dewasa akan menanyakan keadaan, dan saling mengingatkan tentang tugas dan kewajiban, yang mana hal ini diabaikan oleh banyak keluarga Muslim, dan mungkin digantikan oleh semua orang dengan menyibukkan diri dengan layar dan ponsel ini beserta apa yang disajikan di dalamnya, mulai dari hal yang baik atau yang buruk, namun lebih banyak keburukan (yang disajikan), mulai dari hal yang bermanfaat atau mudharat, namun lebih banyak mudharat (di dalamnya), mulai dari hal yang barfaidah ataupun yang merusak,